December 15, 2019

Pengertian Pramuka Beserta Sejarah, Tujuan, Manfaat & Arti Lambang Pramuka

pengertian pramuka
pixabay.com

Pengertian Pramuka – Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana, yakni suatu organisasi nirlaba, non formal, non profit, gerakan kepanduan atau boy scout di Indonesia. Praja Muda Karana itu berasal dari bahasa sansekerta yang artinya adalah jiwa muda yang suka berkarya.

Kegiatan Pramuka lebih sering dilaksanakan di luar ruangan atau outdoor dan menjadi kegiatan pilihan ekstra kulikuler sekolah. Adapun keanggotaan Pramuka terbagi menjadi untuk anggota berusia tujuh sampai sepuluh tahun disebut Pramuka Siaga, kemudian untuk anggota berusia sebelas hingga lima belas tahun disebut sebagai Pramuka Penggalang, lalu ada anggota berusia enam belas hingga dua puluh tahun yang disebut Pramuka Penegak dan untuk anggota yang berusia dua puluh satu tahun hingga dua puluh lima tahun disebut Pramuka Pandega.

Selain itu ada lagi Pembina Pramuka, lalu ada Korps Pelatih Pramuka dan juga Andalan Pramuka, lalu ada lagi Pamong Saka Pramuka, dan ada lagi yaitu Staf Kwartir serta Majelis Pembimbing.  

Sejarah Pramuka

Gerakan kepanduan atau boy scout dunia diprakarsai oleh seorang mantan tentara Inggris yang suka melakukan kegiatan outdoor di luar ruangan, di alam terbuka, bernama Lord Baden Powell atau nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell sejak awal abad ke dua puluh.

Letnan Jendral pasukan Inggris bernama Baden Powel tersebut mengadakan perkemahan kepanduan pada tanggal 25 Juli 1970 di pulau Brown Sea Inggris, lalu di tahun 1908, dia menulis buku yang berjudul Scouting for Boys, yakni buku yang berisi mengenai prinsip-prinsip dasar kepanduan, yang lantas menjadi cikal bakal akan lahirnya gerakan kepanduan yang tidak hanya lalu berkembang di Inggris saja namun hingga ke seluruh antero penjuru dunia, di berbagai negara-negara di dunia.

Mula-mula kepanduan ini hanya diikuti oleh lelaki saja, namun kemudian pada tahun 1912 Baden Powel dibantu oleh adik perempuannya yang bernama Agnes mendirikan kepanduan wanita yang pertama di dunia yang diberi nama Girl Guides.

Kepanduan wanita tersebut lantas dilanjutkan pembinaannya oleh istri Baden Powell. Pada tahun 1916 lalu berdirilah organisasi Pramuka khusus untuk anak-anak, usia siaga pertama yang dinamai the CUB, atau anak serigala dengan panduan kegiatan yang dilakukan berdasarkan bukunya yang berjudul The Jungle Book.

Kemudian pada tahun 1918 Baden Powell mendirikan kepanduan untuk remaja yang diberi nama Rover Scout beranggotakan kelompok remaja berusia tujuh belasan tahun. Lalu di tahun 1922 terbitlah buku Baden Powell yang berjudul Rovering to Success atau Mengembara Menuju Sukses, yang kemudian menjadi inspirasi gerakan kepanduan di berbagai belahan dunia.

Buku tersebut pada dasarnya menceritakan tentang seorang pemuda yang tanpa lelah dengan penuh bersemangat terus mengayuh sampannya hingga akhirnya sampai ke tujuannya yakni di pantai bahagia. Lalu di tanggal 30 Juli hingga 8 Agustus 1920 diselenggarakanlah Jambore Dunia yang pertama.

Kegiatan Jambore yang pertama tersebut dilangsungkan di Olympia Hall, London, Inggris dengan diikuti oleh hingga sekitar delapan ribu peserta, yakni para anggota Pramuka dari 34 negara. Pada acara Jambore dunia tersebut Baden Powell diresmikan menjadi Chief Scout of the World yakni sebagai Bapak Pandu Sedunia.

Pada tahun 1920 tersebut juga dibentuklah Dewan Internasional Organisasi Kepanduan dengan anggota berjumlah 9 orang, dan di London lah untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai kantor kesekretariatan kepanduan sedunia, lalu selanjutnya kemudian di tahun 1958 kesekretariatan tersebut pindah ke Ottawa, Kanada dan kemudian sejak tahun 1968 kantor kesekretariatan kepanduan lantas berpindah lagi ke kota Geneva, Swiss.

Di Indonesia sebenarnya gerakan kepanduan sudah ada sejak jaman Belanda dengan nama padvinders, namun nama Pramuka baru resmi ada sejak tahun 1961. Sejak jaman penjajahan Belanda, hingga jaman penjajahan Jepang gerakan kepanduan di Indonesia sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Kemudian pada tahun 1961 tersebutlah secara resmi mulai ada gerakan kepanduan yang berbasis Pancasila, yakni Pramuka tersebut. Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari lahirnya Pramuka, tangal ini  bersamaan dengan pelantikan Mapinas, dan Kwarnas serta Kwarnari oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, juga dengan penganugerahan Panji-panji Gerakan Pramuka sebagai upaya peleburan dan penyatuan berbagai gerakan kepanduan kedaerahan dan parsial yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan Pramuka

Tujuan Pramuka adalah untuk pembentukan karakter dan pelatihan ketrampilan dan keahlian. Terutama ketrampilan dan keahlian untuk bisa bertahan di alam bebas terbuka, di luar ruangan dan keahlian serta ketrampilan untuk menghadapi bahaya dan kondisi darurat.

Manfaat Pramuka

Manfaat Pramuka itu cukup banyak, antara lain adalah melatih jiwa kepemimpinan dan melatih kemandirian dan juga memupuk kebersamaan, kegotongroyongan dan persatuan dan juga menumbuhkan jiwa sosial, kepedulian pada sesama, serta menumbuhkan kecintaan pada alam dan juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa, juga melatih kedisiplinan dan menumbuhkan kreativitas juga.

Arti Lambang Pramuka

Lambang Pramuka adalah berupa gambar siluet atau bayangan tunas kelapa yang dilingkari oleh padi dan kapas. Lambang Pramuka tersebut

diciptakan oleh seorang tokoh Pramuka bernama Soenardjo Atmodipurwo yang juga adalah pegawai tinggi di Departemen Pertanian RI. Penggunaan lambang Pramuka tersebut untuk pertamakalinya terjadi pada tanggal 14 Agustus 1961, dan mulai mendapatkan pengakuan hak paten pada tahun 1983.

Tunas buah kelapa atau cikal nyiur yang mau tumbuh pada lambang Pramuka tersebut bermakna para anggota Pramuka sebagai cikal atau tunas bangsa yang akan dilatih dan diberi bekal sehingga akan memiliki ketrampilan dan keahlian serta karakter yang unggul, mandiri, berjiwa sosial dan berkemimpinan yang penuh tanggung jawab, disiplin dan kreatif serta cinta pada alam dan Tuhannya, guna mendukung keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.

Buah kelapa dipilih menjadi lambang karena buah kelapa itu mampu bertahan atau terus survive dalam kondisi apapun, jadi diharapkan tiap anggota Pramuka itu tumbuh menjadi sosok yang tangguh, kuat dan sehat secara rohani maupun jasmani, tahan banting, tidak mudah menyerah, ulet dan berani serta mampu menghadapi dan bertahan pada berbagai kondisi yang penuh rintangan dan hadangan selalu optimis menatap masa depan.

Juga diharapkan para anggota Pramuka tersebut dapat menyesuaikan diri dan mampu beradaptasi pada berbagai macam jenis lingkungan dan masyarakat dimana pun ia berada yang seperti apapun kondisinya.

Pohon kelapa juga pohon yang keseluruhannya memiliki manfaat dan fungsi, mulai dari buahnya, batangnya hingga daunnya semuanya bisa dimanfaatkan dan dipergunakan. Jadi diharapkan anggota Pramuka itu menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia dan dapat memberi sumbangsih kepada masyarakat dimanapun ia berada.

Akar pohon kelapa yang mencekeram tanah dengan kuat juga menjadi simbol atau lambang pengharapan agar anggota Pramuka juga memegang teguh prinsip-prinsipnya dengan kuat dan tidak mudah terombang-ambing atau terayu godaan karena sudah diberi dasar yang kuat mengenai prinsip dan nilai-nilai keagamaan dan kejujuran serta kebenaran sebagai bekal hidupnya.

Pohon kelapa atau nyiur juga tumbuh menjulang lurus ke atas yang bermakna agar tiap anggota Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia, dan berketuhanan, hidup dengan lurus tidak menyimpang dan meninggalkan nilai-nilai agama. Sedangkan padi dan kapas itu melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran, diharapkan para anggota Pramuka dapat memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian Pramuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *